Rabu, 15 Agustus 2012

11 Kiat Menjadi Guru Kreatif

Ciri-ciri  guru kreatif:
1. Berpikir inovatif 
Jiwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervariasi dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya. Guru tidak hanya mengajarkan materi sama persis seperti yang ada pada silabus, Promes, RPP, RKH ataupun RKM. Guru terutama untuk pengajar di tingkat PAUD dan TK bisa mengembangkan materi tersebut dan ataupun mengkreasikan materi dengan permainan, nyanyian dan aneka gerakan tepuk tangan yang mampu membuat anak didik menjadi tertarik, suka dan enjoy dengan apa yang diajarkan guru.

2. Percaya diri 
Tentu saja sifat percaya diri dan selalu ingin berkembang ada pada diri guru yang kreatif. Tidak mudah memang menjadi seorang guru yang kreatif, karena apa pun karya yang dia ciptakan harus kembali kepada anak didiknya. Keberhasilan seorang guru yang kreatif terletak pada kepuasan siswa setelah menerima materi pelajaran yang diberikan. Kalau pun anak didik merasa tidak suka atau tidak puas, guru yang kreatif seharusnya peka dalam hal ini. Langkah selanjutnya, dia akan mencoba mencari metode mengajar yang lain. Metode pengajaran yang sesuai dengan selera dan kemampuan anak didiknya. Tapi bagi saya, masalah siswa puas atau senang dengan metode pelajaran yang kita berikan adalah urusan belakangan. Yang terpenting adalah sikap pantang menyerah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anak didiknya. Karena apa pun metode pengajaran yang diberikan, bila bervariasi, maka siswa pasti tidak akan bosan.

3. Tidak gaptek 
Gaptek (gagap teknologi) bisa menjadi penghambat seorang guru untuk menjadi kreatif. Guru yang kreatif harus peka terhadap perkembangan jaman. Dia bisa mengkombinasikan sesuatu yang bersifat “kuno” atau “jadul” menjadi sesuatu yang menarik. Bagaimana bisa menjadi menarik? Karena dia bisa menggabungkan sesuatu yang “jadul” dengan sesuatu yang modern. Misalnya, memvariasikan permaianan tradisional dengan permainan modern. Mengajarkan anak dengan gerakan tepuk (tepuk sate, tepuk badut, tepuk wudhu, tepuk anak sholeh, tepuk islam, dsb).
Mengkreasikan nyanyian, seperti: agar anak-anak hafal nama-nama nabi yang wajib diketahui dimana jumlahnya ada 25nabi, guru mengajarkan anak didik menyanyi lagu nabi dengan irama “balonku” yang sudah tidak asing ditelinga anak-anak, atau menyanyi rukun islam dengan irama ‘balonku”, dsb.

4. Materi Pelajaran yang Diberikan Menjadi Mudah Dimengerti 
Tidaklah mudah mentransfer ilmu dari seorang guru menuju ke anak didiknya. Namun itulah tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang guru. Namun seorang guru yang kreatif akan selalu mencoba berbagai cara agar anak didiknya mudah memahami materi pelajaran yang diberikan.
Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai metode: pembelajaran klasikal di dalam kelas, atau mengajak anak duduk melingkar dilantai kelas, atau juga pembelajaran di luar kelas: dihalaman sekolah, di taman (alun-alun) dan dimanapun yang memang tempatnya memungkinkan untuk anak mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat dan mudah dimengerti mereka.
Penyampaian materi dapat dengan komunikasi dua arah, saling tanya jawab antara guru dan murid, menyampaikan dengan permainan, nyanyian (lagu), mengerjakan soal-soal (LKS), dsb.

5. Terus Belajar dan Belajar 
Tidak ada kata puas bagi seorang guru yang kreatif. Bukan tidak ada kata puas yang negative. Namun kata “tidak puas” bagi seorang guru yang kreatif adalah suatu semangat untuk terus mengembangkan diri demi kebaikan diri sendiri, anak didik, dan sekolah. 
Semua media baik media cetak ataupun elektronik bisa menjadi alat dan sumber belajar yang efektif bagi guru. Melalui media seperti Facebook akan kita temui forum guru khusus PAUD & TK yang sangat bermanfaat bagi guru untuk bisa sharing dan bertukar informasi tentang dunia pendidikan PAUD & TK.
Dengan mengenal internet, maka guru dengan mudah bisa mengakses berbagai ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan guru dalam proses belajar & mengajar bagi anak didiknya.

6. Cerdas Dalam Menemukan Talenta Anak Didiknya
Karena tingkat kepekaan kepada anak didiknya yang tinggi, maka seorang guru yang kreatif  biasanya mengenal kemampuan setiap anak didiknya. Kemampuan anak didiknya adalah bisa berupa bakat atau talenta. Dengan kepekaan yang dia miliki, seorang guru yang kreatif akan berusaha untuk memanfaatkan dan mengembangkan talenta yang dimiliki oleh anak didiknya, misalnya dengan memberikan kesempatan anak didiknya untuk tampil di acara-acara sekolah. 

7. Kooperatif 
Guru yang kreatif menyadari akan kelemahannya juga sebagai manusia. Itulah kenapa seorang guru yang kreatif berusaha untuk bisa belajar dari orang lain. Dengan kata lain, guru yang kreatif harus bisa bekerjasama dengan sesama guru, anak didik, kepala sekolah, dan pihak-pihak yang berada di lingkungan sekolah.
Hal ini juga berguna untuk menyatukan misi dan visi diri dengan misi dan visi sekolah dan mengurangi kesalahpahaman dan permasalahan yang mungkin terjadi.

8. Pandai Memanfaatkan “Apa yang Ada” 
Biasanya seorang guru yang kreatif pandai memanfaatkan apa yang ada di dalam sekolah. Kertas bekas pun bisa berubah menjadi sarana belajar yang menarik, karena disampaikan dengan cara mengajar yang menarik pula. 

9. Bisa menerima Kritik 
Sebuah kritik bukanlah sesuatu yang “menyakitkan” bagi seorang guru yang kreatif. Justru disitulah seorang guru yang kreatif bisa belajar dari kekuranganya dan kesalahannya. Dia akan berpikir bagaimana caranya agar kekurangannya bisa diminimalkan atau bahkan menjadi sebuah kelebihan, dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Hal ini tentunya juga akan bermanfaat bagi perkembangan diri guru kreatif. 

10. Mengajar Dengan Cara Menyenangkan 
Seorang guru yang kreatif tidak ingin anak didiknya merasa bosan dan tertekan pada saat dia memberikan sebuah materi pelajaran kepada anak didiknya. Maka dia akan selalu mencari cara agar anak didiknya merasa nyaman dengan cara mengajar yang dia berikan.

11.Mengajar Dengan Tulus & Ikhlas (red., penulis)
Profesi guru adalah profesi pengabdian, ia dituntut untuk mampu memberikan pengajaran & peembelajaraan kepada anak didiknya. Sangatlah penting untuk dilakukan, yaitu mengajar dengn tulus dan ikhlas. Terlebih lagi untuk guru yang mengajar di tingkat PAUD & TK, guru harus lebih bijaksana & sabar dalam menghadapi anak didik yang masih kecil dengan sifat & latar belakang yang beraneka macam.
Tidak hanya guru, semua pekerjaan yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas akan mendatangkan ketentraman, kenyamanan dan kebahagiaan bagi kita. Guru tidak mengharapkan hadiah, pujian ataupun beraneka parcel, guru akan bahagia jika anak didik mereka mampu menyerap & memahami ilmu yang telah disampaikannya, serta menjadi anak yang sholeh sholehah, cerdas, pintar, santun dan bermanfaat bagi sesama.

sumber: Karya Kak Zepe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar